Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016
Sebuah cerpen fiksi yang kutulis dengan sedikit tidak berperasaan. Mungkin terlihat tidak bersastra.  "Dalam Diam" Memandang wajahnya, bercanda dengannya, mendengarkan curahan hatinya, itulah yang selalu aku lakukan dengannya setiap hari. Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri mempunyai sahabat yang manis sepertinya. Lira Nur Indah, nama itulah yang selalu terpampang di baju seragam bagian kanan atas miliknya. Nama yang cantik. Aku selalu suka memanggilnya berulang-ulang walaupun dia telah membalas panggilanku. Namun, kebahagiaan kami tak berjalan lama. Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, dia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di luar kota mengikuti ayahnya. Tepatnya bukan luar kota, tetapi luar pulau. Sedangkan aku harus tetap tinggal di kota kelahiranku, Bandung. Ada sesuatu yang hilang saat hari-hariku tak diwarnai dengan tawanya. Rasanya hampa. Aku melakukan aktivitas tanpa kehadiran Lira. Disini, aku selalu merindukan dirinya. Setiap malam a...