Langsung ke konten utama

Mengenal Teman


Teman? Lima huruf yang selalu disebut ketika ada seseorang yang mengenal, dekat, atau selalu bersama kita. T  E  M  A  N.

Kalian punya teman? Pasti jawabannya IYA!

Siapa saja teman kalian? Jawabannya terkadang ‘Banyak’. Ada teman sekelas, teman se-kos, teman seperjuangan, teman satu sekolah, teman sekampung, teman spesial, teman se... se... se-ranjang *upsss*,  ada juga yang menjawab teman tapi mesra.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata teman adalah /teman/n (1) kawan; sahabat: hanya—dekat yang akan kuundang; (2) orang yang bersama-sama bekerja (berbuat, berjalan); lawan (bercakap-cakap): -- seperjalanan; ia -- ku bekerja (3) yang menjadi pelengkap (pasangan) atau yang dipakai (dimakan dan sebagainya) bersama-sama;
Teman adalah orang yang di sekitar kita


Lalu, apa arti teman bagi kalian? Untuk jawaban dari pertanyaan ini ada banyak versi yang sudah saya kumpulkan. Apa saja sih jawabannya?



·         Teman itu ibarat adalah rumah kura-kura. Dia lah yang akan melindungi tubuh kura-kura dari cuaca dingin, panas, ataupun ancaman dari siapapun.

·         Teman itu menyeluruh. Tidak ada syarat khusus untuk dikatakan teman. Sekalipun dia jarang atau bahkan tidak pernah berbicara secara intens dengan kita, tapi selama dia berada dalam satu lingkup yang sama atau katakanlah cuma saling sekedar sapa.

·         Teman adalah seseorang yang bisa diajak berbicara, saling bertukar pendapat, atau bahkan memberikan saran dan kritik terhadap kita.

·         Teman itu orang-orang yang dekat dengan kita. Datang kalau butuh, pergi kalau lagi dibutuhin. Kalau lagi sebel sama kita, maka kejelekan kita akan disampaikan ke orang lain.

·         Teman itu yang ada di sekitar kita. Namun teman ada yang baik dan ada pula yang jahat. Itu semua hanyalah sekelumit pengertian.

·         Teman itu adalah alat interaksi yang lebih nyaman. Yang dimaksud alat interaksi disini adalah sebuah saran untuk kita bercakap-cakap.

·         Teman merupakan orang yang hanya sekedar kenal antara satu individu dengan yang lainnya.

·         Teman baginya adalah seseorang yang akan mengingatkan jika kita salah dan membantu apabila kita kesusahan.

Ini merupakan sebagian jawaban dari orang di sekeliling saya. Lalu, mana yang benar? Semuanya benar! Tidak ada yang salah. Semua orang mempunyai hak untuk berpendapat tentang kata ‘Teman’ bagi mereka.

Ada seseorang yang menjawab juga bahwa teman itu adalah seseorang yang selalu menemani kita. Menemani dalam hal apa? Ya, menemani saat di kelas, di kos, di kantin, di kampung, dan lain sebagainya.

Tapi, terkadang ada seorang individu yang menganggap barang mati itu seperti teman. Misalnya saja anak kecil yang menganggap boneka-bonekanya teman atau seorang yang sangat kutu buku menjadikannya buku sebagai teman. Bagaimana menurut kalian? Apakah itu bisa dianggap sebagai teman? Ada yang menjawab ‘Iya’, dan ada juga yang melontarkan jawaban ‘Tidak’.

Untuk jawaban ‘Iya’, bagi mereka karena teman adalah sesuatu yang entah itu benda hidup atau benda mati yang bisa menemani mereka di saat kesepian tanpa kehadiran seseorang lagi. Walaupun teman mereka itu sebuah benda mati yang tidak bisa menjawab keluh kesahnya, paling tidak benda itu dapat memberikan kesan bahwa mereka benar-benar hidup di depan orang tersebut. Hanya benda-benda mati itu yang mereka butuhkan. Tanpa teman yang benar-benar hidup, mereka sudah nyaman.

Sedangkan beberapa orang yang menjawab ‘Tidak’, karena bagi mereka teman adalah seseorang yang bisa diajak bertukar pendapat. Hal paling ringan yang bisa dilakukan dengan teman adalah bertegur sapa. Entah mereka tidak pernah saling berkontak mata atau berbicara serius, paling tidak mereka mengenal satu sama lain dan pernah bertegur sapa. Jika benda mati yang dijadikan teman, bagi mereka yang menjawab ‘tidak’ itu semua tidak akan mengurangi beban jika suatu waktu mendapatkan sebuah masalah. Jadi benda mati bagi mereka bukanlah seorang teman.



Mungkin tidak akan ada habisnya jika semua berpendapat tentang ‘Teman’. Karena satu individu dengan individu yang lainnya mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Jadi pada inti dari semuanya, teman merupakan seseorang yang ada di sekeliling tempat kita berada. Misalnya sekolah, kampus, kampung, kos, dan lain-lain. Paling tidak jika tidak pernah berbicara dengan seseorang yang dianggap teman dengan serius atau intens, mereka pernah saling mengenal satu sama lain walaupun sekedar mengetahui nama atau hanya bertegur sapa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi 11 Jejak Cinta

            Tanggal 22 Oktober 2015 di jam 08.50 kuketik sebuah resensi dari sebuah kumpulan cerpen yang di terbitkan oleh Gramedia. Dengan teman yang bisa menjadi apapun plus teman sebangku semasa SMAku membuat resensi ini semakin lengkap. Mungkin takkan mencapai kata sempurna karena kata sempurna hanya milik-Nya.             Mungkin "11 Jejak Cinta" ini sudah lawas dan sudah tidak ada yang berminat, tapi aku hanya ingn berbagi kepada pembaca tentang isi kumpulan cerpen ini. Judul                : 11 Jejak Cinta (Kumcer) Pengarang        : Charon dkk Penerbit            : PT. Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit     : 27 April 2015 Tebal           ...
Sebuah cerpen fiksi yang kutulis dengan sedikit tidak berperasaan. Mungkin terlihat tidak bersastra.  "Dalam Diam" Memandang wajahnya, bercanda dengannya, mendengarkan curahan hatinya, itulah yang selalu aku lakukan dengannya setiap hari. Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri mempunyai sahabat yang manis sepertinya. Lira Nur Indah, nama itulah yang selalu terpampang di baju seragam bagian kanan atas miliknya. Nama yang cantik. Aku selalu suka memanggilnya berulang-ulang walaupun dia telah membalas panggilanku. Namun, kebahagiaan kami tak berjalan lama. Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, dia melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di luar kota mengikuti ayahnya. Tepatnya bukan luar kota, tetapi luar pulau. Sedangkan aku harus tetap tinggal di kota kelahiranku, Bandung. Ada sesuatu yang hilang saat hari-hariku tak diwarnai dengan tawanya. Rasanya hampa. Aku melakukan aktivitas tanpa kehadiran Lira. Disini, aku selalu merindukan dirinya. Setiap malam a...

Kenangan!

Buk... Kotak persegi yang lumayan besar terlepas begitu saja dari tanganku hingga membuat isinya berantakan di lantai. Tak langsung tanganku bergerak untuk memungutinya. Aku malah terdiam melihat begitu banyak isi yang terdapat di dalam kotak itu. ‘Huft, begitu banyakkah kenangan yang kusimpan seperti ini?’ kataku dalam hati. Kenangan. Ya! Kotak itu berisi kenangan yang tak pernah kubuka selama kurang lebih delapan tahun. Selama itu aku hanya mengisi kotak itu tanpa pernah membuka apalagi melihat isinya. Aku tak tahu jika isinya sudah sebanyak cucian yang tak pernah di cuci selama seminggu. Banyak sekali. Baca juga : Sekedar Surat Sedikit demi sedikit tanganku bergerak untuk mengambil satu dari sekian banyak kenangan itu. Ada sebuah foto tentang kamu, dia, kalian, mereka dan juga aku. Foto itu sudah terlihat jadul. Kapan foto ini diambil? Kubalikkan foto yang sudah ada di genggaman tangan. Ada coretan kecil yang memberitahu kapan foto itu diambil. Ternyata sudah terlal...